Melangkah Bersama Kebenaran Firman Tuhan

[post-views]

AMANATAGUNG.COM – Supaya kita bisa menangkap apa yang Tuhan sedang ajarkan dan melangkah mengikuti tuntunan Tuhan, diperlukan hati yang haus akan Dia. Hati yang mau mencari Dia dan mengutamakan Dia di atas segalanya.

Hanya orang yang haus mencari Tuhan akan memiliki hati yang rela mempersembahkan hidup bagi rencana-Nya, sehingga dapat berjalan di jalan kebenaran Tuhan seperti yang Dia maksudkan. Tuhan sedang mencari orang-orang ini.

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.” (Yesaya 48:17-19).

Ada dua hal penting yang harus kita perhatikan, Tuhan yang mengajar dan Tuhan menuntun. Dia ingin menyatakan: “Aku Tuhan yang mengajar engkau, … Aku Tuhan, yang menuntun engkau …” Ketika Tuhan mengajar, Dia ingin kita mengerti maksud hati-Nya. Ketika Tuhan menuntun, kita menurut untuk menjalaninya.

Mau mengerti isi hati Tuhan dan berjalan di jalan-Nya

Kita umat pilihan-Nya sedang dijadikan orang yang hidup selaras dengan Tuhan. Berjalan selaras dengan Tuhan adalah hal yang Dia sangat rindukan dari kita. Ini berbicara mengenai kemampuan untuk membuat pilihan yang tepat dan akurat sesuai dengan isi hati Tuhan.

Ketika mengerti keinginan Tuhan, kita konsisten menerapkannya sebagai pelaku firman yang benar. Kita berjalan di jalan Tuhan menghidupi tuntunan-Nya, sebagai wujud dari mengerti isi hati dan keinginan Tuhan.

Tuhan Yesus ingin segera melihat Gereja-Nya sebagai Mempelai-Nya yang dewasa dan siap bagi kedatangan-Nya. Tuhan sedang mengubah keadaan Gereja yang masih duniawi dan kekanak-kanakan untuk menjadikannya dewasa dan mengenakan sifat yang surgawi. Gereja menjadi manifestasi Kerajaan Allah di bumi.

Tuhan sedang mengubahkan Indonesia dari yang sekarang kita kenal, menjadi Indonesia baru seperti yang ada di pikiran Tuhan. Nubuatan-nubuatan atas Indonesia telah dilepaskan Tuhan melalui hamba-hamba-Nya yang diurapi.

Apa yang Tuhan rancangkan itu pasti terjadi. Tuhan mencari orang-orang yang menangkap nubuatan itu di hatinya dan siap membayar harga bagi pewujudannya. Dia menunggu respons yang benar dari kita semua. Apa yang Tuhan kerjakan atas Indonesia akan menjadi begitu nyata di tahun ini dan seterusnya.

Pencurahan Roh Kudus akan semakin kuat, Tuhan sedang memilih untuk memakai dan memunculkan orang-orang yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan hati-Nya.

Dan Tuhan mencari orang-orang yang mengerti isi hati-Nya untuk menjadi alat yang efektif bagi tujuan-Nya. Apakah Saudara mau ikut terlibat? Tuhan sedang menantikan kita.

Mengapa Tuhan mengajar dan menuntun kita? Karena Tuhan mencari orang benar. Yaitu orang yang hatinya benar dan perbuatannya benar seperti maksudnya Tuhan.

Tantangan di akhir zaman ini adalah sulit menemukan orang benar karena manusia dikuasai oleh cinta uang dan cinta diri sendiri (2 Timotius 3:1-2). Akar cinta uang dan cinta diri sudah menjadi seperti penyakit kanker yang menjalar. Orang yang terkena penyakit ini akan rela mengorbankan kebenaran demi yang dicintainya.

Cinta uang dan cinta diri telah membuat masalah besar dan merusak, baik di luar maupun di dalam gereja. Kita umat Tuhan harus bebas dari akar cinta uang dan akar cinta diri sendiri. Itu sebab Tuhan harus mengajar dan menuntun kita. Kebenaran firman-Nya akan memerdekakan kita, pengenalan akan Tuhan menjadikan kita kuat dan bertindak.

Untuk kita dapat menangkap apa yang Tuhan sedang ajarkan dan melangkah mengikuti tuntunan Tuhan, diperlukan hati yang haus akan Dia. Hati yang mau mencari Dia dan mengutamakan Dia di atas segalanya.

Hanya orang yang haus mencari Tuhan akan memiliki hati yang rela mempersembahkan hidup bagi rencana-Nya, sehingga dapat berjalan di jalan kebenaran Tuhan seperti yang Dia maksudkan. Tuhan sedang mencari orang-orang ini.

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada–Nya selama Ia dekat!

Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:6-9)

Ada 4 hal yang Tuhan ingin segera kita lakukan  yaitu:

1. Carilah Tuhan

Beri waktu terbaik untuk bersekutu dengan Tuhan dan semakin intim. Inginkan agar telinga rohani dipertajam (Yesaya 50:4) agar mendengar dengan tepat maka mengerti dengan benar apa yang Tuhan ajarkan.

2. Tinggalkan praktek hidup orang duniawi

Mereka yang dikuasai oleh nilai materialistis selalu menilai dan menghakimi segala sesuatu menurut tampilan fisik. Demi hal-hal yang materi, kebenaran dikorbankan. Mereka menipu pajak, memakai program komputer bajakan untuk kantor, main suap, memanipulasi orang dan uang. Semua kesuksesan yang telah diraih memakai cara orang-orang dunia yang belum mengenal Tuhan harus ditanggalkan secara radikal. Berbaliklah dari jalan duniawi menjadi berjalan dalam kebenaran firman.

3. Menginginkan diri kita untuk menjadi orang yang dikasihi Tuhan

Kejar gaya hidup untuk menjadi orang yang pasti akan diperhatikan dan dibela Tuhan. Orang yang selalu ingin tinggal dalam hadirat Tuhan dan perkenanan Tuhan adalah orang yang dimaksudkan. Tuhan akan selalu campur tangan dan turun tangan atas hidupnya. Daud adalah contoh orang yang dibela Tuhan, bahkan sampai keturunannya lebih dari empat generasi.

4. Lepaskan rancangan dan agenda pribadi kita

Kita harus rela menukar agenda kehidupan kita dengan rancangan Allah. Rela untuk melepaskan apa yang menjadi keinginan dan kesukaan diri sendiri, demi keinginan Tuhan. Maka rancangan-Nya yang setinggi langit itu akan dibawa turun ke dalam hidup kita. Rancangan surgawi-Nya diwujudkan-Nya di dalam hidup kita.

Karena itu miliki hati yang antusias dan bersemangat untuk meraih apa yang Tuhan ajarkan, dan arahan tuntunan-Nya. Dari empat hal di atas, Daud adalah seorang yang gaya hidup nya mirip sekali dengan gambaran ini. Daud adalah teladan yang cocok untuk ditiru.

– Contoh hidup Daud

Alkitab katakan tentang Daud, bahwa dia adalah orang yang berkenan di hati Tuhan (bahasa Inggris: David a man after My own heart). Daud selalu mengingini apa yang ada di hati Tuhan. Dalam hidupnya, Daud selalu berdoa: “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.” (Mazmur 25:4-5)

“Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN” (Mazmur 27:8).

– Daud adalah orang yang selalu ingin berjalan yang seharusnya ditempuh

Daud tahu, kalau berjalan dalam kebenaran Tuhan hasilnya adalah selamat [banyak orang yang kurang menyadari hal ini, kita harus hati-hati]. Dia selamat dalam setiap aspek kehidupannya, dan selamat sampai bersama Tuhan di sorga. Untuk itu dia memohon: “… dan ajarlah aku!”

– Daud adalah seorang yang rela diajar

Dia bersedia ditegur dan dikoreksi, dan mau belajar hal baru tahap demi tahap kehidupan yang dihadapinya. Dia tipe orang yang memiliki “kirbat anggur baru” yang selalu lentur mengikuti dinamika pergerakan Tuhan dari masa ke masa. Dan untuk menerima apa yang dia minta [Tuhan ajar dan Tuhan memberitahukan jalan-jalan-Nya],

– Daud tekun menanti-nantikan Tuhan

Dia selalu bertanya kepada Tuhan agar memiliki suara Tuhan dalam setiap keputusannya. Saat baru menjadi raja, ketika dia diserang oleh bangsa Filistin, yang pertama dia lakukan adalah bertanya kepada Tuhan: Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu?” (2 Samuel 5:18-19).

Setelah menaklukkan Filistin, juga pada serangan orang Filistin yang kedua kali beberapa saat kemudian, tetap Daud bertanya kepada Tuhan. Dia tidak menganggap merasa sudah berpengalaman dalam cara menaklukkan musuh itu, dan ternyata Tuhan memberi cara yang berbeda. “Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: “Janganlah maju …” (2 Samuel 5:23).

Karena sikapnya selalu bertanya mencari jawaban dari Tuhan, Daud terluput dari apa yang dapat merugikannya. Daud tidak mau gegabah dalam membuat pilihan. Daud bijak membuat keputusan. Orang yang memiliki sikap hati seperti Daud; yaitu selalu berkata: “ajarlah aku,” maka dialah yang akan bisa berjalan di jalan Tuhan sepanjang tahun ini. Kita sedang dituntun Tuhan untuk menjadi bijaksana dan peka seperti itu.

Dari pengalaman berjalan bersama Tuhan dengan sikap hati seperti itu, Daud mengenal Tuhan sebagai Tuhan yang seperti ini: “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan–Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian–Nya dan peringatan-peringatan–Nya.” (Mazmur 25:8-10).

Berikut ini hasil dari pengalaman yang Daud alami:

– Multiplikasi

Sebagai seorang worshipper ‘dan pemusik ‘yang mulanya hanya melakukan hal itu di padang penggembalaan; dipercayakan Tuhan untuk memimpin Pujian dan Penyembahan di dalam Pondok Daud yang terdiri dari sejumlah besar worshiper dan pemusik.
Sebagai seorang warrior yang pada mulanya seorang diri sebagai gembala menaklukkan binatang buas yang mengancam/menyerang domba-dombanya; kemudian memimpin sebuah pasukan elite yang dia bangkitkan dari gua Adulam

– Promosi

Berangkat dari seorang anak yang tidak masuk hitungan dalam sebuah keluarga, Daud menjadi seorang gembala; dan berakhir sebagai seorang raja yang menyatukan Israel, bangsa pilihan Tuhan.

Untuk Melangkah Bersama Kebenaran Firman Tuhan kita harus memiliki sikap hati seperti Daud “Ajar aku Tuhan” dan mengingini “jalan-jalan Tuhan” maka kita akan dapat berjalan di jalan kebenaran seperti yang Tuhan maksud.

Hidup seperti ini akan membuat kita dimultiplikasikan dan dipromosikan Tuhan. Perjalanan kita akan penuh dengan damai sejahtera seperti sungai yang terus mengalir, dan hati kita mengalami kebahagiaan yang silih berganti seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Mau? Perhatikanlah perintah-perintah-Nya.

Inilah yang Tuhan cari dari antara kita: Ketika Tuhan mengajar kita dan menuntun di jalan-Nya, kita menurut karena mengerti maksud hati-Nya.

Perubahan besar sedang menanti di depan mata. Siapkah Anda untuk mengalami multiplikasi dan dipromosikan? Tuhan serius untuk melakukannya di dalam dan melalui hidup Anda.

Related Sermon From Author

Social Connected

10,119FansSuka
21,449PengikutMengikuti
25,600PelangganBerlangganan