Buah Pertobatan Lebih Penting dari Mengejar Mujizat

[post-views]

AMANATAGUNG.COM – Pertobatan adalah cara yang disediakan bagi kita untuk terlepas dan bebas dari belenggu dosa-dosa kita dan menerima pengampunan dari Tuhan. Dimana dengan adanya Dosa yang ada didalam diri kita akan memperlambat kemajuan rohani kita dan bahkan dapat menghentikan atau mematikannya. Buah Pertobatan memungkinkan kita untuk tumbuh dan berkembang lagi secara rohani.

Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1 Kor 15:17).

Mayoritas orang Kristen percaya pada Yesus menurut pikiran mereka masing-masing, maka dari itu kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus serta turunnya Roh Kudus adalah yang terpenting.

Percayalah kepada Yesus persis seperti yang Tuhan maksud. Orang Kristen gagal karena percaya menurut pikiran mereka. Untuk percaya kepada Yesus menurut maksud Tuhan kita harus hebat dalam pikul salib.

Orang Kristen harus memiliki tingkat kesadaran yang tinggi kalau mereka memiliki tanggung jawab. Ibadah yang sejati adalah meninggalkan dosa dan kehidupan lama kita. Jangan kita salah mengambil keputusan dan fokus pada tujuan kita. Ibadah yang sejati adalah memberi bukan menerima.

Di dalam Alkitab ada cerita tentang sepuluh orang sakit kusta, mereka semua yakin disembuhkan Yesus dan memang benar mereka semua sembuh. Namun hanya satu orang yang menerima dan mempersembahkan hidupnya untuk Yesus. Ini adalah momentum bagi Tuhan untuk bertanya kepada murid-muridNya.

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor 15:3).

Kelicikan Iblis salah satunya adalah membuat yang utama menjadi tidak utama dan sebaliknya, dan yang harus menjadi tidak harus, ataupun sebaliknya.

Kita jangan sampai terkecoh, karena yang lebih menjadi prioritas dalam pelayanan adalah mengejar banyaknya jiwa-jiwa untuk menghasilkan buah-buah pertobatan, daripada mengejar target untuk memperoleh mujizat kesembuhan.

Sebab banyak orang yang pergi beribadah ke gereja hanya untuk mencari mujizat, bukannya lebih mengejar tentang sebuah kebenaran dan perubahan yakni sebuah pertobatan yang terjadi pada jiwah-jiwa tersebut. Orang-orang Israel pun keluar dari Mesir, tetapi Mesir belum keluar dari hidup mereka.

Hamba Tuhan yang benar mereka lebih fokus pada buah pertobatan bukan pada mujizat kesembuhan. Doa kesembuhan bukan jawaban karena harus ada batasnya, dimana suatu saat nanti kita semua akan mati.

Pertobatan adalah unsur kekekalan. Kalau ada orang yang sakit didoakan dan menjadi sembuh maka seharusnya orang tersebut bertobat karena mujizat kesembuhan orang tersebut adalah merupakan kehendak Tuhan.

“Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” (Matius 3:8)

Pertobatan sendiri memiliki dua aspek yang berbeda. Dimana ada Hati Pertobatan dan Buah Pertobatan. Hati Pertobatan keberadaannya berasal dari dalam sedangkan Buah Pertobatan berada di luar yang bisa di lihat nyata oleh orang lain.

Hati pertobatan adalah suatu niat yang kita lakukan benar-benar dari dasar hati kita, sedangkan buah pertobatan adalah perbuatan sehari-hari yang secara kontinyu dilakukan dalam hidup orang tersebut. Hati pertobatan dilihat oleh Tuhan Allah, sedangkan buah pertobatan disaksikan oleh manusia.

Pertobatan mempunyai dua aspek yang sangat besar. Aspek yang berasal dari dalam dan aspek yang berasal dari luar. Pertobatan bukan merupakan sebuah pengakuan di mulut atau sebuah pengakuan di otak semata-mata, tetapi perubahan sifat dasar dari sikap hidup dan arah hidup dari kegelapan menuju kepada terang yang diperkenan oleh Tuhan.

Pertobatan adalah betul-betul membenci dosa dan kembali kepada Tuhan, berkenan di hadapan Tuhan Allah. Tapi mungkinkah hati demikian dihasilkan oleh orang berdosa sendiri?

Alkitab dengan jelas berkata kepada kita bahwa pertobatan bukanlah syarat untuk dilahirkan kembali. Tetapi justru Roh Kudus memperanakkan manusia berdosa sehingga mengakibatkan manusia bertobat.

“Saya bertobat sehingga Tuhan menerima dan memberikan hidup baru kepada saya.” Ataukah “Tuhan memberikan hidup yang baru melalui mendengar firman sehingga mengerjakan satu pertobatan dalam diri saya?”

Paulus begitu keras memberikan penghakiman kepada mereka yang mengatakan bahwa setelah percaya kepada Tuhan Yesus, orang harus disunat lagi (Kisah Para Rasul 15:1-2 dan Galatia 5:1-12). Kalimat-kalimatnya begitu keras karena ia tahu bahwa tidak semua ajaran itu sama dan Alkitab dengan begitu jelas mengajarkan kepada kita untuk mempertahankan kebenaran.

Hati pertobatan bukan suatu hal lahiriah, melainkan satu perubahan total dalam jiwa. Allah memberikan hidup baru kepada seseorang sehingga melalui hidup baru itu menghasilkan suatu perasaan benci kepada dosa.

Firman Tuhan mengatakan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Tuhan tidak berubah apa-apa jika seseorang menjadi Kristen, tetapi perubahan pasti ada dari diri orang Kristen menjadi orang yang menerima anugerah pengampunan dosa.

Penyembahan harus didasari ketaatan.

Alkitab terdiri dari banyak bagian tetapi secara kehidupan keseharian dibagi menjadi 2 bagian yaitu perintah dan janji. Jika fokus kepada perintah maka kita harus taat maka janji Tuhan akan kita dapatkan sebagai akibat dari ketaatan kita. Sedangkan dosa artinya tidak taat. Makanya tidak taat itu adalah sesuatu yang serius.

” Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” (Mark 16:14-20).

Jangan berbuat dosa dan lakukan perintah Tuhan karena itu yang membuat Tuhan senang.

Menyenangkan Tuhan jika kita memenangkan banyak orang untuk bertobat dan datang kepada Tuhan.

Firman-Nya bukan hanya mengajar kita, melainkan juga menegur kita supaya kita berubah. Itulah ibadah yang sejati.

Sembuh dari fisik tidak terlalu penting, tetapi sembuh dari berbohong, kecanduan film pornografi, pemalas, itu lebih penting. Menyenangkan adalah bertobat dan taat termasuk memberitakan injil.

Kita bagaimana? Sudah keluar dan diselamatkan oleh Tuhan dari kegelapan, tetapi apakah kegelapan sudah keluardari hati dan hidup kita?

Jika kita tetap hidup dalam dosa, berarti kita tidak memaknai kuasa kebangkitan-Nya. Penyembahan dan ibadah yang benar pasti disertai ketaatan.

Sebab percuma bila suami-istri menyembah sampai gemetar di gereja, tetapi sampai di rumah mereka sama-sama saling membuat gemetar karena melihat tingkah laku masing-masing.

Atau, seseorang menyembah sampai gemetar di gereja, tetapi waktu menyetir mobil di jalan membuat orang lain gemetar karena orang itu ugal-ugalan.

Related Sermon From Author

Social Connected

10,119FansSuka
21,449PengikutMengikuti
25,600PelangganBerlangganan