Menjadi Pengikut Kristus Haruslah Berbuah

[post-views]

AMANATAGUNG.COM – Tuhan ingin menjadikan kita sebagai pengikut Kristus yang hidupnya berbuah-buah. Berbuah-buah artinya memiliki banyak manfaat bagi sesama kita. Hidup yang berbuah-buah dapat memiliki pengertian hidup yang sangat produktif tanpa henti, hidup yang menjadi dampak dan memberkati untuk semua orang. Dan Tuhan akan memberkati kita disetiap musim hidup kita, karena Tuhan ingin disetiap musim hidup kita, dapat terus menjadi berkat bagi sesama (Why. 22:1-2).

Bukan kamu yang memilih Aku,tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yoh. 15:16)

Bagaimana caranya supaya hidup kita dapat berbuah-buah? Ada 6 tahapan yang harus kita lakukan sebagai berikut ini:

1. Tetap Melekat Pada Pokoknya

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)

Yesus memberitahu kepada kita bahwa Yesus sendiri adalah pokok anggurnya, dan kita adalah ranting-rantingnya. Jika kita ingin berbuah, kita harus melekatkan diri kepada pokok anggur, yaitu diri-Nya (Yesus). Jika tidak menyatu dengan pokoknya, mana mungkin dapat berbuah, pasti akan mati dan pada akhirnya dibuang.

Apabila kita melekatkan diri kepada Yesus setiap hari melalui pembacaan Firman Tuhan dan berdoa setiap waktu, secara otomatis hidup kita pasti akan berbuah. Akan tetapi apabila kita terus menolak untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan, secara otomatis hidup kita pasti cenderung tidak akan berbuah, melainkan mengalami kekeringan.

Kebenaran Firman tuhan merupakan kekuatan kita untuk mengalahkan dosa, ketenangan kita dalam menghadapi sebuah masalah dan sikap bijaksana dalam memecahkan suatu persoalan, semua tindakan tersebut akan sangat bergantung pada hubungan kita dengan Tuhan Yesus.

Semakin intim dan mau melekatkan diri kepada yesus, maka semakin besar kemampuan kita untuk melakukan hal-hal benar di dalam hidup. Demikian halnya dengan suatu tindakan yang sebaliknya, semakin kita menjauhkan diri dari Yesus sebagai Pokok Anggur yang benar, semakin banyak hal bodoh yang kita lakukan dalam hidup kita.

2. Memiliki Akar Iman Yang Kuat dan Dalam

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8)

Melalui sebuah proses perjalanan iman yang panjang sebagai pengikut Kristus, tentunya harus memiliki akar yang kuat; bagaimana cara supaya memiliki akar yang kuat yaitu melalui tindakan iman yakni percaya kepada Tuhan. Semakin kita percaya kepada Tuhan, semakin kita dapat bertahan melewati segala macam kesusahan di dalam hidup.

Orang yang memiliki iman percaya pada Tuhan, disaat menghadapi badai kehidupan, bukan hanya akan bertahan, melainkan juga dapat berbuah saat  melewati banyak cobaan dan memberikan banyak kesaksian lewat mujizat yang dialaminya kepada banyak orang.

3. Membersihkan Gulma atau Semak Duri

Tanaman liar seperti semak berduri atau gulma kerap menjadi sosok pengganggu yang mempengaruhi pertumbuhan hampir semua jenis pohon dan tanaman, bahkan akibatnya adalah menyebabkan penurunan produktivitas buah dari pohon itu sendiri.

“Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.” (Lukas 8:14)

Tanaman semak duri dalam perumpamaan Tuhan Yesus diatas adalah hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan seperti menjadi hamba uang dan cinta uang, kesombongan, iri hati, hawa nafsu, dan lain-lain. Kesemuanya itu dapat menahan kita dalam meningkatkan jumlah produktivitas buah; hal yang harus kita lakukan adalah membuangnya jauh-jauh dari kehidupan kita.

4. Belajar Melupakan Akar Pahit di Masa Lampau.

Pengalaman buruk melalui perjalanan seorang Yusuf dimasa yang lampau yang lahir di keluarga disharmoni, pernah menjadi budak, pernah difitnah kemudian masuk penjara.

Namun apa yang di lakukan oleh Yusuf setelah sukses, dia harus dapat melupakan kepahitan di masa lalu (menghapuskan akar pahit), yang dilakukan tidak lagi mengingat masa lalu, tidak menyimpan rasa ke kecewa, dan tidak pernah merasakan kepahitan (Ibr.12:15).

Tetapi kita harus dapat mengingat kebaikan Tuhan. Kesulitan adalah sebuah proses dalam pembentukan sebuah Karakter (Rat. 3 : 19-23). Apabila ingin di berkati, kita harus dapat melupakan dulu masa lalu yang suram (lupakan hal buruk), setelahnya baru kita akan di berkati, setelah di berkati, maka secara otomatis hidup kita akan berbuah.

5. Meminta Penyertaan Tuhan di Masa Sekarang.

Untuk mengalami bahwa kehidupan kita berbuah tidak terlepas dari permintaan Doa kita untuk mendapatkan Penyertaan atau Kehadiran Tuhan di tempat kita bekerja saat ini atau di tempat usaha yang kita rintis.

Kita hidup di masa kini, kita harus minta di sertai oleh Tuhan, dimanapun kita berada. Karena dengan penyertaan Tuhan, apapun yang dialami, apapun yang kita lewati, Tuhan akan memberikan kekuatan dan kemampuan.

Coba perhatikan baik-baik bagaimana isi doa yang Musa sampaikan kepada Tuhan pada saat itu, dan penyertaan Tuhan selalu menyertainya saat memimpin Bangsa Israel keluar dari tanah mesir. “Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini”.( Kel. 33:15).

6. Mengimani  Janji Tuhan tentang Masa Depan.

Tuhan sendiri telah berjanji yang telah menyiapkan masa depan kita yang cerah. Sebagai pengikut Kristus kita harus mengimani janji Tuhan tersebut.Kita jangan kuatir tentang apa yang terjadi di masa mendatang. Akan tetapi hendaklan kita harus meyakini Janji Tuhan dan Teguh pada janji akan masa depan kita.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.( Yer. 29:11).

Dengan demikian kita sebagai pengikut Kristus haruslah memiliki hidup yang berbuah, hidup yang memiliki manfaat bagi sesama kemudian hidup anda menjadi berkat bagi banyak orang.

6 hal tersebut diatas harus benar-benar kita pahami supaya hidup kita dapat berbuah, yaitu Tetap Melekat Pada Pokoknya, Semakin intim dan mau melekatkan diri kepada yesus, maka semakin besar kemampuan kita untuk melakukan hal-hal benar di dalam hidup kita. Kita juga harus Memiliki Akar Iman Yang Kuat dan Dalam pada Yesus yang membuat Semakin besar iman kita percaya kepada Tuhan, untuk bertahan melewati segala macam kesusahan di dalam hidup, kita harus rutin Membersihkan Gulma atau Semak Duri yang ada disekitar hidup kita karena menyebabkan penurunan produktivitas buah dari pohon tersebut. Kita harus dapat Belajar Melupakan Akar Pahit di Masa Lampau karena dengan kepahitan masa lalu, itu akan menghambat kita bertumbuh di dalamTuhan. Meminta Penyertaan Tuhan di Masa Sekarang kita harus menyadari bahwa kita perlu adanya penyertaan Tuhan dalam hidup kita, karena kita tidak dapat melakukanapa-apa tanpa penyertaan Tuhan dan harus Mengimani  Janji Tuhan tentang Masa Depan yang Cerah, karena Tuhan telah merancang Masa depan kita, Tuhan telah merancang Damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Related Sermon From Author

Social Connected

10,119FansSuka
21,449PengikutMengikuti
25,600PelangganBerlangganan